Postingan

Karenanya, kendalikan jarimu

Zaman sudah canggih, dan katanya akan memasuki revolusi industri 4.0. Sudahkah dimanfaatkan dengan baik? Media sosial merupakan momok yang tak lagi tabu di telinga setiap orang. Apalagi para milenial yang menjadikan medsos sebagai sesuatu yang sakral untuk dilewatkan. Tanpa smartphone dalam genggaman, dunia terasa hampa bak lampu tanpa cahaya. Rasanya, kurang afdhal jika belum membagikan "kehidupanku" di linimasa instagram, facebook, twitter atau whatsapp story. Begitulah kira-kira pemandangan yang terlihat saat ini. Tidak sedikit apa yang kita bagikan memancing para netizen untuk berkomentar. Sebagai pengguna sekaligus penikmat kehidupan orang lain, terkadang kita memiliki perasaan ke-aku-an dan campur tangan. Apalagi jika itu akun-akun lambe yg menyoroti kehidupan selebritas yang banyak mengundang kontroversi. Atau akun-akun hijrah yang notabene menggambarkan fanatisme suatu mazhab. Jika dilihat dari sisi positif tentu banyak sekali. Selain bisa mempertemukan teman ...

Ibu bangga padamu, nak!

Waktu menunjukkan pukul 4.30, lagi-lagi tidur saya berlebihan. Seharusnya pukul 4.00 saya berangkat untuk kursus Bahasa Inggris yang merupakan salah satu fasilitas yang diberikan pihak kampus kepada mahasiswanya. Kemudian izin keluar lebih dulu karena akan rapat KKN pukul 5.30 dilanjut dengan bukber di salah satu tempat makan yang lumayan terkenal. Perasaan saya agak kalut saat itu, karena ada beberapa hal yang terjadi di luar kendali pikiran dan perasaan saya. Ditambah saya sedikit menyesal karena terlambat bangun. Tidak ingin kehilangan kedua agenda yang sudah terencana. Akhirnya saya bersiap untuk pergi bertemu rekan-rekan KKN tepat pukul 5. Ternyata arus lalu lintas cukup padat merayap. Macet, dan saya menikmatinya. Itung-itung ngabuburit, sampai sana tinggal berbuka hehe. Entah kenapa, berjalan sendirian dan menikmati perjalanan it’s really me . Terkadang saking menikmatinya, saya tidak ingin turun. Di tengah perjalanan, adzan maghrib berkumandang. Tanpa berbekal apapun, s...